Kompolnas ke Lumajang Pantau Kasus Pembunuhan Salim Kancil
Anggi Kusumadewi | CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2015 09:51 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Kepolisian Nasional mengirim beberapa anggotanya ke Lumajang, Jawa Timur, untuk memantau penanganan kasus pembunuhan petani sekaligus aktivis Salim Kancil di daerah itu. Dalam kasus ini, 23 telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami sedang mengklarifikasi berbagai hal. Mengumpulkan keterangan dari sana-sini. Sejauh ini semua masih didalami dan dikonfirmasi satu sama lain, belum bisa kami simpulkan,” kata Komisioner Kompolnas M. Nasser kepada CNN Indonesia, Jumat (2/10).
Nasser yang ikut turun ke Lumajang menyatakan Kompolnas juga akan menyelidiki kemungkinan kelalaian aparat dalam perkara ini.
“Kami concern ke soal pembunuhan dan penganiayaan itu, terhadap pelayanan masyarakat,” ujar Nasser.
Salah satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kepala Desa Selok Awar-awar, Hariyono. Polisi menemukan airsoft gun di kediamannya saat melakukan penggeledahan sore kemarin.
Salim Kancil dianiaya hingga tewas oleh sekelompok orang. Rekan Salim yang juga aktivis antitambang, Tosan, pun dianiaya hingga luka parah, namun berhasil menyelamatkan diri.
Salim dan Tosan menentang pembukaan tambang pasir di wilayah itu. Mereka menggelar aksi damai menolak tambang. (agk)
“Kami sedang mengklarifikasi berbagai hal. Mengumpulkan keterangan dari sana-sini. Sejauh ini semua masih didalami dan dikonfirmasi satu sama lain, belum bisa kami simpulkan,” kata Komisioner Kompolnas M. Nasser kepada CNN Indonesia, Jumat (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kepala Desa Selok Awar-awar, Hariyono. Polisi menemukan airsoft gun di kediamannya saat melakukan penggeledahan sore kemarin.
Salim dan Tosan menentang pembukaan tambang pasir di wilayah itu. Mereka menggelar aksi damai menolak tambang. (agk)