Krishna mengatakan olah TKP dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Kepolisian Resor Jakarta Barat, dan Kepolisian Sektor Kalideres. "Kami sudah melakukan empat kali olah TKP di tempat yang berbeda-beda, dari TKP hilangnya korban, penemuan korban sampai dengan lokasi dugaan dieksekusi," ujarnya kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami (Polda Metro Jaya), Polres Jakbar, dan Polsek Kalideres telah mendata yang tinggal di sekitar di lokasi awal hilangnya korban. Siapa saya yang mengontrak di sekitar situ, siapa yang tinggal sendiri, yang tidak mempunyai alibi yang tidak cukup kuat," ujar Krishna.
Sebelumnya, seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun ditemukan tewas di dalam sebuah kardus di gang kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu pekan lalu. Korban ditemukan dengan posisi mulut tersumpal kain dan tangan dalam kondisi terikat.
Berdasarkan hasil forensik kepolisian menunjukkan korban meninggal siang hari pada Jumat minggu lalu. "Korban diduga dibunuh setelah pulang dari sekolah. Sementara ini kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih berusaha mencari tahu soal ini," ujar Krishna.
Hasil autopsi memperlihatkan korban tewas setelah sebelumnya mengalami kekerasan fisik dan seksual. Dugaan tersebut berdasarkan hasil temuan bercak sperma di bagian tubuh korban serta terdapat bekas luka pada bagian leher yang disebabkan oleh benda tumpul sehingga menyebabkan korban kesulitan bernapas. (obs)