Liartha datang tidak sendirian, melainkan didampingi dua orang yang tidak dikenal. Dia datang sekitar pukul 12.00 WIB dan menggunakan jas abu-abu dengan kemeja biru muda.
Meski mendatangi Bareskrim dengan sukarela, Liartha mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menjalani pemeriksaan.
Liartha pun enggan berkomentar lebih banyak perihal pemeriksaannya karena dia belum menjalani pemeriksaan. Dia mengatakan baru akan memberikan keterangan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kampus-kampus Bermasalah Versi Pemerintah |
Namun dalam kedua panggilan tersebut Liartha mengaku sakit dan tidak bisa menghadiri pemeriksaan.
Lembaga pendidikan tinggi yang dikelola Liartha hanya mempunyai izin menggelar kursus manajemen. Sementara kegiatan perkuliahannya dilakukan secara ilegal.
Liartha diduga berhasil meyakinkan masyarakat untuk mendaftar dengan membuat universitas yang beroperasi di Jakarta itu seolah legal dan berkekuatan hukum.
"Modusnya melalui internet dan brosur ke pemerintah dan swasta kemudian mengadakan perkuliahan jarak jauh. Sesekali mengadakan pertemuan pada hari libur Sabtu dan Minggu," kata Kepala Subdirektorat IV Tindak Pidana Umum Komisaris Besar Rudi Setiawan di Markas Besar Polri, Jakarta. (utd)