"Supaya tidak menimbulkan kegaduhan," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun mungkin nanti harus kami lengkapi nunggu hasil kerugian negara. Tapi paling tidak dilakukan penelitian oleh Kejaksaan," kata Badrodin.
"Artinya kami tidak ramai-ramai. Nanti kalau ramai-ramai tanpa ujung diduganya negatif-negatif," ujar Badrodin.
Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso bertukar jabatan dengan Komisaris Jenderal Anang Iskandar yang kini menjabat sebagai Kepala Bareskrim. Pertukaran jabatan ini disebut berbagai pihak sebagai buntut kegaduhan yang diakibatkan Budi dalam penanganan kasus korupsi.
Sebutan itu tidak tanpa alasan. Sebelum pertukaran itu Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino mengadu kepada Kepala Badan Perencanaan Nasional Sofyan Djalil lantaran kantornya digeledah terkait kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane.
(obs)