Dalam rapat yang berlangsung tertutup tersebut, Luhut mengundang sejumlah menteri yang memiliki wewenang terkait masalah dampak lanjutan dari kebakaran hutan.
Hadir dalam rapat ialah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, serta Menteri Riset dan Teknologi M. Nasir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat antara lain membahas dampak kesehatan dan pendidikan yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan bencana kabut asap yang ditimbulkannya.
"Berdasarkan citra satelit per hari ini, kondisi api di lahan gambut sudah menyebar hampir di 10 hingga 15 meter di bawah," kata Luhut. Hingga saat ini rapat masih berlangsung.
Luhut pun sempat mengatakan kebakaran hutan di Indonesia kali ini merupakan yang terparah. Ia bahkan ragu kebakaran dapat padam jika hujan tak turun.
Simak Fokus: KEBAKARAN HUTAN, PEMERINTAH GAGAL?
Soal dampak kebakaran hutan, Asisten Deputi Tanggap Cepat Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Togap Simangunsong sebelumnya mengatakan Kementerian Kesehatan telah menyalurkan obat-obatan, dokter paru, dan masker ke wilayah-wilayah terdampak asap. Kemenkes juga menyalurkan dana sosial kematian terhadap korban meninggal akibat asap.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan on-off sekolah yang disesuaikan dengan tingkat kepekatan asap. Kemendikbud pun meminta guru membuat tugas terstruktur untuk bahan belajar di rumah dan membuat bahan ajar dalam bentuk CD.
Sementara Kementerian Sosial menyiapkan buffer stock logistik di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan. Kemensos juga mengajukan dana jaminan hidup kepada Kementerian Keuangan untuk disalurkan kepada masyarakat yang terganggu pendapatannya akibat bencana kabut asap.