Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Alfian, mengatakan pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat bantuan dana sebesar Rp 11 miliar untuk normalisasi sungai.
Alfian mengatakan kawasan rentan banjir di wilayah perkotaan ada karena dipicu kesalahan perencanaan infrastruktur dan bertambahnya kawasan permukiman penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu anggota tim konsultan desain wilayah rentan banjir, Cecep Yuliansyah, mengatakan wilayah rentan di kawasan perkotaan mencakup Kecamatan Tanjung dan Murung Pudak.
Sedangkan Kecamatan Murung Pudak, kegiatan survei dan investigasi rentan banjir masing-masing Gambah Kelurahan Belimbing Raya dan Pemasiran Kelurahan Belimbing.
"Pada masa transisi ini hujan jadi lebih sulit diprediksi. Misalnya, seperti kemarin itu, intensitasnya ternyata tinggi dan diikuti petir serta angin kencang," kata Andi saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (9/11).
Oleh karena itu, Andi menilai masing-masing daerah harus waspada akan kemungkinan banjir. Namun, ia mengingatkan bahwa kemungkinan banjir tidak hanya berdasarkan curah hujan.
"Banjir atau tidak juga sangat bergantung pada daya serap permukaan. Selain itu harus dipastikan juga apakah aliran air lancar atau tidak," katanya.
Andi mengatakan di kota-kota besar, daya serap air sudah sangat rendah. Oleh karena itu, sekarang pemerintah daerah diharapkan memberatkan fokus ke aliran air.
"Bila aliran air terhambat, misalnya sungai sempit, mala potensi banjir akan lebih besar dibandingkan sebelumnya," kata Andi. (antara/utd)