Pemprov Aceh Tetapkan Siaga Banjir di Trumon Raya

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia | Senin, 09/11/2015 14:36 WIB
Pemprov Aceh Tetapkan Siaga Banjir di Trumon Raya Banjir di Desa Tanjong Awe, Samudra, Aceh Utara. (ANTARA/Rahmad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan wilayah Trumon Raya sebagai kawasan siaga bencana di Kabupaten Aceh Selatan. Penetapan ini dilakukan karena Trumon Raya yang meliputi tiga kecamatan, yakni Trumon Tengah, Trumon, dan Trumon Timur, kerap dilanda banjir.

Status kawasan siaga bencana di Trumon Raya yang merupakan daerah rawan banjir, kata Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra, diharapkan dapat menjadi wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Kawasan Siaga Bencana tersebut meliputi Desa Lhok Raya, Cot Bayu, dan Ie Jerneh di Kecamatan Trumon Tengah; Desa Ujong Tanoh, Padang Harapan, dan Keude Trumon di Kecamatan Trumon; serta Desa Kapa Sesak, Alue Bujok, Senebok Punto, Senebok Pusaka, Krueng Luas, dan Pinto Rimba di Kecamatan Trumon Timur.


Sementara itu, Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Aceh, dan Dinas Sosial Aceh Selatan telah melatih 60 orang warga dari kecamatan terkait sebagai relawan Taruna Siaga Bencana dengan tujuan membantu para korban jika terjadi bencana.

Relawan Tagana juga meliputi relawan Palang Merah Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja, Satuan Tugas SAR, TNI/Polri, dan dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan.

"Jika sewaktu-waktu kembali terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di Kecamatan Trumon Tengah dan Trumon Timur ini, maka relawan Tagana yang sudah dilatih tersebut telah siap untuk bekerja tanpa dikomando oleh pemerintah,” kata Sama.
Secara terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperingatkan pemerintah untuk mengantisipasi pergantian musim yang telah di depan mata, dari musim kemarau ke hujan.

“Sebagian Sumatra dan Kalimantan telah masuk musim hujan, sebagian lagi seperti Jawa diperkirakan mulai akhir November hingga awal Desember,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Untuk itu, ujarnya, bencana yang mesti diwaspadai adalah banjir, longsor, dan angin puting beliung.

BNPB mencatat ada 64 juta jiwa masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah rawan banjir. Mereka tersebar di 315 kabupaten dan kota. Sementara 41 juta jiwa lainnya tinggal di daerah rawan longsor yang tersebar di 274 kabupaten dan kota.