Kepada CNN Indonesia, LB, seorang mahasiswa Universitas Leiden asal Indonesia, mengatakan ia bersama tiga temannya telah bersiap untuk pergi ke lokasi sidang beberapa jam sebelum pengadilan dimulai.
LB berkata, kedatangan mereka ke Sidang Rakyat 1965 merupakan inisiatif pribadi dan tidak mengatasnamakan institusi apapun, termasuk Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikuti terus perkembangan dari Den Haag di Fokus: SIDANG RAKYAT TRAGEDI 1965 DIGELAR
Dalam waktu dekat ini, PPI cabang Leiden bahkan berencana menggelar acara nonton bersama film bertema Tragedi 1965, The Act of Killing karya Joshua Oppenheimer.
Sebelum ini, PPI cabang Nijmegen sudah pernah menggelar kegiatan serupa tahun 2013.
"Tragedi pembantaian massal 1965 merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia yang tak pernah dipelajari oleh pelajar Indonesia hingga saat ini," tulis PPI Belanda melalui situs mereka.
PPI Belanda menyimpulkan, tidak banyak masyarakat yang paham bahwa Tragedi 1965 sebenarnya merupakan salah satu peristiwa penghilangan nyawa manusia terbesar yang pernah terjadi di dunia.
"Mungkin sekelas dengan pembantaian oleh Nazi di Jerman maupun gerakan Khmer Merah di Kamboja," tulis mereka.