Karya Nia, panggilan akrab Aghnia, dinilai terbaik oleh para juri yang melakukan penilaian secara kolektif. Para juri adalah Ging Ginanjar (BBC Indonesia), Nezar Patria (Thejakartapost.com), Feri Latief (AJI Jakarta), Wahyu Dhyatmika (Tempo), dan Monique Rijkers (Jawa Pos TV).
Para juri menilai dari kemampuan jurnalis menggali data di lapangan, menembus narasumber yang tepat, orisinalitas, penulisan atau penyajian, serta bahasa dan etika jurnalistik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Nia, Fiktor menggambarkan bagaimana kehidupan harmonis antara warga pendatang yang mayoritas beragama Islam dengan warga pribumi yang beragama nasrani.
Tanah diserahkan pada seorang guru asal Jombang bernama Jupri yang merantau ke Tolikara. Tanah dihibahkan sebagai ungkapan terima kasih karena orang-orang dari Jawa datang ke Tolikara sebagai guru untuk mengajar.
Tahun 1988 didirikanlah sebuah bangunan yang kemudian difungsikan sebagai musala untuk muslim di Disrik Karubaga, Tolikara. Musala dibangun di atas lokasi yang semula digunakan sebagai terminal.
Di CNN Indonesia, bukan hanya Nia yang mendapat penghargaan atas karyanya. Sebelumnya, jurnalis foto CNNIndonesia.com, Adhi Wicaksono berkesempatan menjadi salah satu peserta dalam program Permata Photojournalist Grant.
Adhi adalah satu dari 10 jurnalis foto yang terpilih dari program tersebut. Ia berhak mendapatkan program beasiswa dalam bentuk pendidikan dan dana untuk menyelesaikan essai foto.
Lihat juga:Berbagi Cahaya di Sudut Jakarta |
Selain Nia dan Adhi, jurnalis CNNIndonesia.com Yohannie Linggasari juga mendapatkan penghargaan Thamrin Award dari Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta Agustus lalu.
Karya Yohannie "Pelayanan Kesehatan, Medley Keluhan Tanpa Akhir" menyabet penghargaan karya jurnalistik terbaik kategori artikel online. Ia menyisihkan dua tulisan lain yang masuk dalam nominasi.
Yohannie juga dalam tulisannya bercerita soal pasien pengguna BPJS Kesehatan yang tak mendapat kepastian jadwal untuk operasi. Pihak rumah sakit beralasan, jadwal operasi tak pasti karena alat yang belum tersedia dan keterbatasan ruang ICU. (sur)