Menurut Endang, personel tambahan tersebut akan dikirim ke sembilang daerah yang menyelenggarakan pilkada. Namun begitu, dia menegaskan tenaga tambahan akan dikirim seandainya benar-benar dibutuhkan.
"Personel tambahan dari Polda NTT dan satuan Brigadir Mobil Daerah (Brimobda) yang ada di Kupang, Atambua, dan Maumare akan dikirim ke sembilan daerah jika memang membutuhkan penambahan pasukan," kata Endang , Sabtu (21/11).
Endang mengklaim bahwa para Kapolres di sembilan Kabupaten yang akan menyelenggarakan pilkada sudah siaga untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan pilkada yang akan dilaksanakan serentak tersebut.
Setidaknya 2/3 personel di tingkat Polres sudah siap melaksanakan tugas dan fungsinya selama Pilkada 2015 berlangsung. Jika personel tersebut kurang barulah penambahan dari pusat akan dikirimkan.
Tak jauh berbeda dengan NTT, persiapan matang pun dilakukan Polda Maluku Utara. Kepala Bidang Humas Polda Malut, Ajun Komisaris Besar Hendry Badar mengimbau agar masyarakat bisa menyelenggarakan pilkada dengan aman dan damai.
Dia pun meminta agar masyarakat tidak ada yang terpengaruh dengan adanya provokasi dan isu-isu miring yang muncul jelang pelaksanaan pilkada. Apalagi isu-isu tersebut muncul tidak jelas dari mana.
"Polda Malut telah melakukan pengamanan pilkada dan mengedepankan pendekatan persuasif, tapi jika ada pihak yang tetap melakukan tindakan anarkis pasti akan ditindak tegas," kata Hendry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT