Pada video tersebut terlihat kibaran bendera ISIS di bagian kiri gambar, dan sosok seorang pria yang diduga komandan kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah.
Dalam rekaman suara berdurasi 9 menit 35 detik itu, dilontarkan juga ancaman kepada pemerintah dan Polda Metro Jaya. (Ikuti Fokus: Memburu Santoso Hidup atau Mati)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada CNN Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah terkait keberadaan video tersebut.
Tak sampai di situ, BNPT telah mengajukan pemblokiran video tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Setelah itu penegak hukum akan menelusuri untuk melakukan tindakan lebih lanjut," kata Saud.
BNPT juga meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh keberadaan video tersebut.
Lebih jauh, Staf Ahli Deputi Pencegahan BNPT Wawan Purwanto mengatakan orang dalam rekaman video tersebut diduga memang Santoso. Walau demikian, kepastiannya masih harus diverifikasi oleh tim forensik.
"Dugaan awal iya itu memang Santoso," ujarnya.
Wawan mengatakan ancaman seperti itu bukan hal baru di Indonesia. Bahkan, kata dia, ledakan bom pun masih menjadi ancaman bagi masyarakat.
"Karena itu harus disadari ancaman itu selalu ada, dan kami juga terus berkoordinasi karena ini menyangkut pencegahan," kata Wawan. (meg)