"Mereka diamankan karena kedapatan menyimpan senjata tajam," kata Aries seperti dilansir Antara.
Dia menjelaskan, razia tersebut dilakukan di tiga lokasi yakni Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, Komplek MTQ Pekanbaru, dan Kampus Unri Gobah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya yang diamankan di GOR Remaja HA, JS, AK dan DA," ujar Aries.
Saat ini seluruh tersangka diamankan di Mapolda Riau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sedikitnya 23 jenis senjata tajam diamankan antara lain jenis parang, belati, pisau, delapan anak panah. Ada juga tiga botol yang diduga berisi racun untuk anak panah, dua ketapel, satu unit senjata api rakitan, dan tujuh unit korek api bentuk senjata api.
"Kami belum dapat memastikan motif mereka membawa senjata tajam itu. Tapi yang jelas dengan mereka memiliki senjata itu sudah menyalahi aturan," kata Aries.
Sementara itu, Arif Rahman mengatakan, pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini untuk mengetahui motif tersangka membawa senjata tajam.
Polisi dan TNI sebelumnya mengamankan sejumlah senjata tajam jenis badik dan anak panah dari tangan oknum massa HMI asal Sulawesi. Senjata tajam tersebut ditemukan petugas saat melakukan razia besar-besaran di sejumlah tempat.
Menurut Wakil Kepala Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Besar Sugeng Putut Wicaksono, razia dilakukan sebagai tindak lanjut aksi bentrok oknum HMI asal Sulawesi dengan panitia lokal yang mengakibatkan empat orang terluka.
Bahkan salah satu mahasiswa Riau yang merupakan panitia lokal terluka setelah punggungnya tertancap anak panah. (rdk)