"Aksi ini berbeda dari biasanya. Ada orang di balik aksi ini," ujar Lenis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.
Lenis mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci soal aknum yang maksud. Namun, ia mengaku akan melakukan konsultasi dengan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian untuk membahas aksi demo yang berujung bentrok kemarin.
Lebih lanjut, Lenis menyampaikan kedatangan dirinya ke Mapolda Metro Jaya merupakan insiatifnya selaku warga Papua. Ia juga menyatakan belum menerima instruksi dari Presiden Joko Widodo atas aksi unjuk rasa memperingati hari Deklarasi Negara Papua Barat yang jatuh pada tanggal 1 Desember.
"Saya sendiri yang mau kemari. Saya belum terima instruksi Presiden soal ini," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak puluhan orang masih diperiksa oleh penyidik kepolisian karena diduga terlibat kericuhan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Dalam kericuhan tersebut diketahui beberapa polisi dan massa AMP mengalami luka-luka.
Ada empat tuntutan yang disampaikan oleh AMP, yaitu meminta diberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat, menarik militer dari seluruh tanah Papua, menghentikan pengiriman militer ke Papua dan menarik segala produk politik yang diterapkan di tanah Papua.
Aksi berujung bentrok karena peserta unjuk rasa ada yang tidak mau melepas atribut bendera bintang kejora yang jadi simbol kemerdekaan Papua. (sur)