Dua instansi yang kena semprot Ahok –sapaan Basuki– adalah PT TransJakarta dan Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta.
PT TransJakarta disebut Ahok gagal total menyaingi bus-bus ibu kota meski telah eksis setahun lebih. “TransJakarta itu payah," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi jujur saja, saya akan ganti direksi TransJakarta karena selama setahun gagal total,” kata Ahok.
"Mereka dibayar rupiah per kilometer pun mereka menentang saya kok. Mereka kan pernah ribut sama saya," ujar Ahok.
Ahok beralasan, pembayaran rupiah per kilometer bisa membuat para sopir tidak mengebut dalam mengendarai busnya.
"Semua orang tahu mereka ngebut karena kejar setoran, ngetem karena kejar setoran, SIM (surat izin mengemudi) para sopir pun ilegal," kata Ahok.
Padahal, menurut Ahok, pemilik bus tidak akan rugi jika bergabung dengan PT TransJakarta.
Kesulitan lain yang dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait integrasi bus angkutan umum dengan TransJakarta adalah pemilik bus-bus tersebut tidak jelas karena dimiliki oleh perseorangan.
"Kami tidak bisa menemui pemilik metromini karena ini perseorangan dan semua ngotot. Mereka juga banyak yang belum mau (bergabung)," ujar Ahok.
Minggu pagi, KRL menyambar Metromini 80 yang menerobos palang perlintasan kereta. Total ada 18 tewas dalam kecelakaan ini. Seluruhnya adalah penumpang metromini, termasuk sopir dan kernetnya.