Menunggu Sikap MKD
Yusuf Arifin | CNN Indonesia
Selasa, 08 Des 2015 15:46 WIB
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNNIndonesia.com
Jakarta, CNN Indonesia -- Yusuf Arifin adalah Pemimpin Redaksi CNN Indonesia. Tulisan opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis.Semestinya sederhana. Realita (kenyataan) adalah (re)konstruksi dan tafsir kita akan fakta.
Fakta menjadi titik awal. Pijakan. Dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya realita yang terungkap adalah telah terjadi dua kali pertemuan dari ketiganya untuk membahas perpanjangan kontrak karya Freeport di Papua. Pemufakatan untuk membahas masa depan kontrak karya Freeport di Papua.
Tergantung pada pihak-pihak yang disebut dan terkait apakah ingin melanjutkan persoalan ke ranah hukum atau yang lain. Tergantung apakah pihak-pihak yang disebut akan mempersoalkan lebih lanjut.
Setelahnya, apapun keputusan yang diambil, harus mengikuti konsekuensi keputusan itu. Jika tidak etis maka harus dijatuhkan sanksi: entah memecatnya dari kursi ketua sekaligus anggota DPR atau sanksi administratif yang lebih ringan dari pemecatan.
Dalam kehidupan banyak orang melakukan kesalahan, terbukti melakukan kesalahan, tetapi tetap tidak merasa melakukan kesalahan. |
Setya Novanto tentu saja merasa tidak bersalah atau tidak melihat ada yang salah dari pertemuan itu seperti yang ia nyatakan berulang kali di media massa. Tak mengagetkan kalau itu pula yang ia nyatakan di sidang tertutup MKD.
Tetapi merasa tidak melakukan kesalahan dan melakukan kesalahan adalah dua hal yang berbeda. Itu hak Setya Novanto dalam menyodorkan realita berdasar (re)konstruksi dan interpretasi atas fakta. Toh, dalam kehidupan banyak orang melakukan kesalahan, terbukti melakukan kesalahan, tetapi tetap tidak merasa melakukan kesalahan. (pit)