"Kami terpesona dengan jargon Presiden kami, 'ora opo-opo' dan 'ora sudi'. Beliau menunjukkan bahasa tubuh seorang pemimpin dan ICMI sepakat dengan Presiden. Ialah keinginan ICMI untuk memotori hijrah moral, etika, dan revolusi mental," ujar Priyo di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (8/12), beberapa saat setelah bertemu Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kami memberi dukungan moral, supaya pimpinan kami teguh membangun bangsa, termasuk integritas hukum berbangsa dan bernegara. Supaya Presiden tak ragu-ragu memimpin bangsa kita," katanya.
"Muktamar ICMI istimewa, karena disertai milad. Dan kita tahu ICMI didirikan mahasiswa yang menginginkan di pentas nasional ada sebuah gerakan perubahan," ujarnya.
Sugiharto menuturkan dalam muktamar nanti akan dipilih pemimpin baru. Meski Presiden berhalangan hadir dalam pembukaan acara ini, ucapnya, kehadirannya akan digantikan oleh Wakil Presiden.
"Secara umum Presiden menyambut baik muktamar ICMI dan berharap partisipasi cendekiawan dalam pembangunan nasional terus ditingkatkan," ujarnya. (ama)