Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (NU) Imam Pituduh menyarankan agar Setya Novanto mundur dari jabatan sebagai Ketua DPR karena sudah tidak melakukan tindakan yang tidak pantas.
"Saya mendukung Setya Novanto memilih jalan terbaik, mundur saja," kata Imam, dalam konferensi pers di Gedung Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Jakarta, Jumat (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami khawatir rakyat akan bergerak dengan caranya sendiri mensikapi masalah ini," ujar Imam.
Kristan mengatakan, seorang pemimpin yang tidak lagi mendapatkan kepercayaan masyarakat, cepat atau lambat, akan jatuh dengan sendirinya.
Rohaniwan Katolik, Romo Franz Magnis Suseno mengatakan, perkara 'papa minta saham' yang akrab di telinga masyarakat dan penanganannya di MKD merupakan tontonan memalukan.
"Iblis sudah merasuk ke DPR. Ketua DPR yang mencatut nama presiden, itu saja sudah menjijikan, lebih gawat lagi," ujar Franz.
Sebelumnya, Perwakilan Perempuan Antikorupsi, Tri Mumpuni menyatakan sembilan butir pernyataan sikap, terhadap Ketua DPR Setya Novanto, salah satunya menyebut politikus Partai Golkar itu merupakan teladan terburuk, miskin integritas, etika dan tidak layak jadi panutan.
"Menuntut kepada Setya Novanto agar segera minta maaf kepada rakyat Indonesia dan mundur sebagai bentuk tanggung jawab," ucap Tri.
Tidak hanya unsur masyarakat, anggota Komisi II DPR sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional, Yandri Susanto, juga menyuarakan secara pribadi agar Setya mundur dari jabatannya.
"Kalau saya, bukan Fraksi PAN ya, memang sebaiknya Pak Novanto mundur," kata Yandri. (rdk)