RUU Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak telah disepakati menjadi usulan pemerintah. Sedangkan, revisi UU KPK merupakan usulan DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firman menjelaskan, kedua RUU itu akan diteruskan pembahasannya pada tahun depan dan menjadi Prolegnas 2016. Karena parlemen akan memasuki masa reses mulai Jumat (18/12), maka pembahasan tidak mungkin dirampungkan dalam waktu beberapa hari ke depan.
Meski demikian, politikus senior Partai Golkar itu berpendapat, pembahasan akan mungkin terus dilakukan pada akhir tahun ini jika ada keputusan lain antara pemerintah dan DPR.
"Kalau dianggap urgen sekali, bisa saja ditugaskan ke Baleg untuk dibahas saat reses. Tapi tergantung tingkat urgensi," ujar Firman.
Sebelumnya, pada rapat paripurna pekan lalu dua Undang-undang tersebut diputuskan untuk ditunda, hingga hari ini. Keputusan itu diambil setelah rapat paripurna tidak memenuhi kuorum, karena hanya dihadiri 144 dari 557 anggota dewan.
Agenda rapat sendiri seharusnya membahas laporan Badan Legislasi DPR tentang Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak dan RUU KPK menjadi Prioritas Prolegnas Tahun 2015.
(meg)