Menurut pengamat intelijen Susaningtyas Kertopati, pertukaran intelijen harus dipastikan tidak berdampak pada timbulnya kebocoran rahasia negara di masa mendatang. Asas resiprokal diharap mampu menjadi dasar dilakukannya pertukaran mata-mata antar negara.
"Pertukaran intelijen dengan Australia harus ditujukan untuk penguatan deteksi dini dan giat siklus intelijen Indonesia. Jangan justru memberi kesempatan bagi pihak negara lain memata-matai negara kita," ujar Nuning, sapaan Susaningtyas, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan ada annual meeting dan kerja sama pertukaran intelijen akan kita lakukan lebih intensif untuk menghadapi masalah-masalah teroris," kata Luhut kemarin.
Pertukaran intelijen dilakukan setelah ancaman terorisme di lingkup internasional meningkat belakangan ini.
Selain melakukan pertukaran intelijen, Indonesia juga telah menetapkan status Siaga I untuk pengamanan jelang Natal dan tahun baru 2016. Ketetapan tersebut telah diumumkan oleh Kepala Badan Intelijen Nasional Sutiyoso dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kemarin. (bag)