“Harga diri saya jangan disamakan dengan tuntutan Rp100 miliar itu. Intinya saya mau Ahok minta maaflah ke saya secara terbuka,” kata Yusri kepada CNNIndonesia.com.
Ia mengatakan tak berniat memperbaiki kondisi ekonominya dengan menggugat Ahok Rp100 miliar. Ia hanya menggugat karena merasa Ahok mencemarkan nama baiknya. (Simak Fokus: KISAH IBU GUGAT AHOK Rp100 MILIAR)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sedikit bantuan dari aktivitas saya di Gemapana itu lumayan untuk membiayai anak saya, soalnya saya ibu rumah tangga biasa dan sudah pisah dari suami,” kata Yusri.
Yusri menggugat Ahok –sapaan Basuki– karena sang Gubernur menyebutnya maling ketika dia sedang menyampaikan keluhannya soal layanan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Alih-alih mendapat penjelasan kenapa sistem KJP sering offline seperti yang ia alami saat hendak berbelanja seragam dan sepatu untuk anaknya, Yusri justru diancam dipenjarakan.
Lihat juga:Petaka Yusri si Penggugat Ahok Rp100 Miliar |
Oleh sebab Yusri menarik dana tunai dari KJP itulah ia dikatai Ahok maling, karena dana KJP tak dapat ditarik tunai. Namun, kata Yusri, ia menarik dana karena terpaksa, setelah sistem KJP di Pasar Koja offline selama lima hari berturut-turut sehingga ia tak bisa berbelanja perlengkapan sekolah untuk anaknya kecuali dana ditarik tunai.