Hal itu terungkap saat Ketua Badan Anggaran DPR, Ahmadi Noor Supit mengatakan dirinya digantikan dengan Kahar Muzakir. Supit menyatakan surat pergantian tersebut sudah dimasukan ke sekretariat DPR sekitar 12 hari yang lalu.
"Iya benar, (digantikan Kahar Muzakir). Sudah masuk suratnya ke DPR," kata Supit saat dikonfirmasi, Rabu (6/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas ini kan politik, karena dia merasa diberi kesempatan untuk ganti Ade Komarudin, tentu dia menempatkan orang-orangnya, loyalis-loyalisnya dia," kata Supit
"Di internal partai juga gejolaknya luar biasa. Saya cuma bilang ke teman-teman di Fraksi, kita tunggu lah sampai Senin. Karena ini kan kita nggak tahu posisi partai ini belum ada pengakuan dari pemerintah," kata Supit.
"Karena Pimpinan DPR adalah kelompoknya Setya Novanto, bisa saja secara subjektif mereka memaksakan untuk itu dibacakan hari Senin itu," ucap Supit.
Supit mengaku saat ini gejolak di internal fraksi sedang coba diredamnya. Disebutnya, banyak dari internal fraksi tidak menerima kenyataan ini karena dinilai semalin merusak citra partai.
Sementara, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengaku baru mengetahui kabar dirinya digantikan Aziz. Bambang pun mengatakan saat ini Ketua Fraksi masih dijabat Ade hingga keluar surat resmi dari Partai Golkar.
"Setahu saya ketua fraksinya masih Ade Komarudin. Mekanisme pergantian pimpinan fraksi kan harus ada surat dari partai politik terkait ke pimpinan DPR," kata Bambang melalui pesan singkatnya.
Pasalnya, menurut Bambang, keanggotaan Fraksi Partai Golkar, mayoritas diisi oleh Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sebagai pendiri partai.
"Masa sih? Kalaupun iya apa bisa? Anggota Fraksi Partai Golkar yang SOKSI ada 60-an lebih lho," ucap Bambang.
Namun, baik Bambang maupun Aziz mengaku tidak masalah jika benar terjadi pergantian kepengurusan di tubuh fraksi. Tetapi, bagi Supit hal itu disayangkan karena proses pergantian dilakukan atas dasar kedekatan personal. (pit)