"Pada saat clearing device ada lagi ditemukan enam bom, lima bom kecil sebesar kepalan tangan kita sebut dengan granat tangan rakitan dan satu lagi bom yang lumayan besar sebesar kaleng biskuit. Jadi semua ada enam yang berhasil kita amankan," ujar Tito dalam keterangan pers di Istana Negara, Kamis (14/1).
Tito menyampaikan, selain bom, polisi juga telah mengamankan satu senjata jenis Fabrique Nationale (FN) yang dirakit oleh pelaku teror tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ledakan terjadi di dua lokasi di kawaswan Thamrin, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.50 WIB. Dua lokasi tersebut yaitu Pos Polisi Sub Lalu Lintas dan Starbucks Cafe. Ledakan tersebut menyebabkan beberapa orang meninggal dunia dan luka.
Sebelumnya diberitakan, ada lima teroris yang melancarkan aksi teror tersebut. Setelah melakukan aksi teror, para teroris sempat menembaki warga dan melakukan penyerangan terhadap polisi. (bag)