"Kami tengah dalami keterkaitannya. Ini kelompok masih salah satu dari kelompok Solo. Mereka ini juga berhubungan dengan BN di Suriah," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Markas Besar Polri, Jakarta.
Belum banyak informasi yang diungkap Kepolisian terkait penangkapan ini. Anton hanya mengatakan dari penangkapan tersebut ditemukan barang bukti bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan bacaan ayat suci umat Islam yang disalahgunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok Bahrun Naim disebut sebagai sosok yang ada di balik serangan teror Jakarta, Kamis (14/1). Ternyata, dia jugalah orang yang mengancam akan menggelar 'konser' besar belum lama ini.
"Iya, dia petinggi ISIS yang memberikan warning saat itu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan.
Kata 'konser' digunakan teroris sebagai kata ganti serangan. Istilah ini baru kali ini digunakan.
Kode tersebut menyeruak ketika Polri melakukan serangkaian penangkapan teroris akhir tahun 2015. Saat itu, isu akan terjadi serangan teror sudah santer terdengar.
"Mereka ditangkap karena akan melakukan 'konser' besar sehingga jadi berita internasional. Sekarang mereka pakai istilah 'konser', bukan lagi 'pengantin'," kata Anton kala itu.
Saat itu, Anton juga mengatakan para teroris yang ditangkap dikoordinasi seorang berinisial BN. Namun, dia enggan menyebutkan apakah dia adalah Bahrun. (rdk)