"Kami mengamankan tiga orang yang diduga anggota dari kelompok ISIS," kata Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto di Cirebon, Jumat (15/1).
Tiga orang terduga ISIS yang berhasil ditangkap itu berbeda lokasi, di mana dua orang ditangkap pada malam hari dan satu orang lagi pada Jumat pukul 10.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam kami menangkap dua orang dan siang ini satu orang," ujar Sugeng.
Lihat juga:ISIS Gunakan Aplikasi Pesan Instan Baru |
Sugeng menuturkan, ada beberapa simbol ISIS yang diamankan, di antaranya lembaran baiat, senapan angin, senjata tajam dan topi ISIS. "Beberapa atribut ISIS telah kami amankan dan sekarang masih kami kembangkan untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
"Dari kemarin kami sudah melakukan kegiatan berdasarkan analisis sementara, kami lakukan pengejaran, penindakan terhadap siapapun yang terkait dengan kasus ledakan di Thamrin," kata Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti di Markas Besar Polri, Jakarta.
Walau demikian, Badrodin enggan menjelaskan secara rinci soal operasi yang dilakukan di berbagai kota tersebut. "Karena akan kami cocokkan dengan bukti yang kami miliki untuk bisa kami sampaikan ke publik," ujarnya.
Lebih jauh, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan kepolisian kini melakukan penajaman deteksi dini lewat intelijen. "Dari salah satu TKP ada ditemukan bendera ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Namun secara lengkap belum bisa kami umumkan di sini."
Walau demikian, Badrodin enggan menjelaskan secara rinci soal operasi yang dilakukan di berbagai kota tersebut. "Karena akan kami cocokkan dengan bukti yang kami miliki untuk bisa kami sampaikan ke publik," ujarnya.
Lebih jauh, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan kepolisian kini melakukan penajaman deteksi dini lewat intelijen. "Dari salah satu TKP ada ditemukan bendera ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Namun secara lengkap belum bisa kami umumkan di sini."
Saat ini, kata dia, Polri sudah mengantongi wilayah-wilayah mana saja yang diduga menjadi sarang teroris. Hanya saja Anton enggan menjelaskan secara rinci karena operasi masih berjalan. "Sudah kami identifikasi, baik di Jawa maupun luar Jawa yaitu Kalimantan juga Sulawesi," kata Anton.