Namun, peringatan dari BNPT tidak berbuah hasil positif karena teroris berhasil meledakkan bom dan menghujam beberapa aparat kepolisian dengan peluru kemarin.
Menurut Kepala BNPT Saud Usman, teroris yang menjalankan aksinya kemarin telah diduga akan melakukan 'konser' di lokasi-lokasi yang sarat kepentingan asingnya. Hal itu dilakukan karena para teroris dianggap masih memiliki dendam dengan dunia internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam revisi yang disiapkan akan dimasukkan pengaturan mengenai pembinaan, pencegahan, dan rehabilitasi terhadap aksi terorisme.
"Ada bagian (100 WNI yang kembali dari Suriah) itu," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (15/1).
Luhut menyampaikan, nama-nama pelaku penyerangan tersebut sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya olehnya. Hal itu dikarenakan ada di antara mereka yang pernah ditahan sebelum akhirnya dilepaskan.
"Ada di antara mereka itu yang sudah pernah ditahan, dilepaskan, dan ikut bom bunuh diri," katanya.
Meski sudah memprediksi nama-nama tersebut, Luhut mengaku tidak bisa mencegah operasi teroris tersebut karena intelijen secanggih apapun akan sulit menduga pikiran dan niat seseorang.
"Jadi yang tidak bisa kami duga adalah kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan," ujarnya.
(utd)