"Kami butuh dua hari lagi. Besok Jesica akan diperiksa sebagai saksi," kata Krishna di kantornya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/1).
Saat ini, polisi telah memperoleh bukti dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri. Kopi yang diminum Mirna mengandung kandungan zat sianida. Namun kadarnya belum bisa dipastikan besarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi telah meningkatkan status perkara ini ke tingkat penyidikan. Menurut Krishna, pihaknya telah mengantongi nama yang diduga kuat sebagai tersangka. Penetapan tersangka melalui mekanisme gelar perkara.
Lihat juga:Kopi Mirna Positif Mengandung Sianida |
Sejauh ini, semua saksi dinilai kooperatif dalam memberikan keterangan.
Sekretaris Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Kombes Pol Budi Suryanto mengungkap zat sianida pada kopi Vietnam yang diminum Mirna kadarnya cukup besar. Sebab jarak waktu antara korban meminim kopi hingga tewas terbilang singkat. Namun dia belum bisa menyebutkan kadarnya.
"Semakin kadarnya besar semakin cepat. Ini sudah membuktikan melumpuhkan korban, kadarnya cukup besar," katanya.
Saat itu Mirna sedang bercengkerama dengan dua sahabatnya, H dan J alias S, di restoran tersebut. Di antara mereka bertiga, Mirna datang belakangan.
J tiba lebih dulu sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung memesan minuman untuk dirinya, Mirna, dan H. Mirna dipesankan es kopi vietnam, sedangkan J dan H cocktail dan fashioned fazerac.
Kopi Mirna datang paling akhir, sekitar 40 menit setelah minuman J dan H. Namun baru satu sedotan, Mirna mengeluh sakit hingga akhirnya meninggal di rumah sakit.
Lihat juga:Polisi Geledah Rumah Sahabat Mirna |