Saat ini Pusdokkes Polri tengah mengidentifikasi data-data korban setelah tewas atau post-mortem.
"Mungkin nanti sore atau maksimal malam ini seluruh jenazah bisa selesai diidentifikasi," ujar Putut di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterlibatan pihak keluarga dalam memberikan data korban turut mendukung proses identifikasi. “Kesulitannya, ada keluarga yang terlambat mengirimkan sampel data untuk diidentifikasi,” kata Putut.
Kelima jenazah tersebut terdiri dari empat warga negara Indonesia dan satu warga negara Kanada. WNA asal Kanada yang bernama Amel Quali Taher itu kelahiran Aljazair.
"Di paspornya memang warga negara Kanada, cuma dia kelahiran Aljazair," ujar Jayus.
Para pelaku teror
Dari lima jenazah yang masih diidentifikasi di RS Polri, empat jenazah di antaranya merupakan terduga pelaku bom Sarinah.
Pertama, Dian Joni Kurniadi, laki-laki kelahiran 1990. Ia diidentifikasi dari sidik jari.
Kedua, Ahmad Muhazin yang diduga pelaku bom bunuh diri di dalam Starbucks, Menara Cakrawala. Ditemukan luka khas di perut hingga dada yang menandakan pusat ledakan.
Ketiga, Thamrin yaitu Afif alias Sunakin yang diidentifikasi dari sidik jari. Dia tewas di halaman Starbucks. Ciri Afif memaki topi dan kaos biru.
Keempat, Muhammad Ali, laki-laki kelahiran 1976. Ia terdentifikasi otentik dari sidik jari.
Selain keempat jenazah yang diduga sebagai pelaku bom Thamrin tersebut, satu jenazah lainnya yaitu warga asal Kanada bernama Amel Quali Tahe. Pria kelahiran 1946 itu meninggal ditembak teroris di halaman depan Starbucks, Jalan MH Thamrin, Jakarta.