"Hani diperiksa lagi. Jadi malam kita dapat keterangan yang cicip dua orang. Cicip di lidah dibuang lagi," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20/1).
Krishna mengatakan Hani telah memberikan beberapa keterangan yang signifikan dalam proses penyelidikan. Namun, terkait dengan siapa yang ikut merasakan kopi Mirna, Krishna menyampaikan bahwa informasi yang dia terima Hani tidak ikut merasakan kopi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jessica tidak. Ada orang kafe yang nyicip. Satu laki dan satu perempuan. Sudah di BAP langsung," ujar Krishna.
Semalam, dalam rekonstruksi di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Mall, yang merupakan lokasi Mirna diracun, polisi meracik es kopi vietnam seperti yang dipesan Mirna.
Keempat cangkir es kopi vietnam itu diracik untuk melihat perbedaan reaksi dan warna kopi. Waktu 51 menit dipilih karena selama itu pula kopi disajikan di atas meja hingga Mirna tiba di Olivier.
Mirna baru menyesap satu sedot es kopi vietnam di Olivier saat dia merintih kesakitan, kejang, kolaps, dan mulutnya mengeluarkan buih.
Mirna datang ke Olivier untuk menjumpai sahabat-sahabatnya, Hani dan Jessica. Di antara ketiganya, Jessica tiba lebih dulu pukul 16.00 WIB, dan langsung memesan minuman untuk dia, Hani, dan Mirna.
Kopi Mirna datang paling akhir, sekitar 40 menit setelah minuman Jessica dan Hani dihidangkan. Namun baru minum sedikit, Mirna sakit dan akhirnya meninggal di rumah sakit. (pit)