Bus-bus tambahan tersebut akan diberikan oleh Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus Transjakarta (APTB) yang sudah memutuskan bergabung dengan PT Transjakarta.
Klaim bergabungnya APTB diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta. Menurutnya enam operator di bawah naungan APTB akan menyiapkan 200 bus yang nantinya benar-benar beroperasi di bawah PT Transjakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam operator yang menyumbangkan 200 bus tersebut adalah Sinar Jaya, PPD, Damri, Mayasari Bhakti, Bianglala, dan Agra Mas. Saat ini proses finalisasi, yaitu memasukkan ke dalam LKPP, sedang dilakukan agar bus-bus tersebut bisa segera digunakan.
Namun begitu, Andri menegaskan berapapun lamanya waktu tersebut harus dilalui agar bus-bus itu bisa dibayar dengan sistem Rp/Km.
"Targetnya tiga sampai empat bulan ke depan, dicek busnya bagus dan operatornya sehat. Itu untuk operator yang sudah pernah lulus ke LKPP," katanya.
"Yang akan memakan waktu lama itu pemain baru, dilihat manajemennya, organisasinya. Namun jika sudah jalan biasanya akan cepat."
Sebelumnya, terkait integrasi APTB dengan Transjakarta tersebut, direksi PT Transjakarta rencananya akan melakukan evaluasi terhadap pengoperasian APTB tersebut. Evaluasi yang dimaksud adalah di mana bus-bus APTB tersebut akan dioperasikan nantinya.
"Pada prinsipnya APTB akan bergabung dengan Transjakarta layaknya Kopaja, jadi soal rute pengoperasian akan kami evaluasi terlebih dahulu," kata Kepala Humas PT Transjakarta Prasetia Budi saat dihubungi, Rabu (20/1). (pit)