"Intinya gini, kasus ini harus dibongkar. Karena kalau tidak dibongkar bisa dibayangkan banyak yang mati kena zat sianida karena tidak ada hukumnya. Semacam itulah," ujar Dermawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/1).
Dermawan menuturkan, siapapun kemungkinan bisa bernasib sama dengan anaknya tersebut. Oleh karena itu, ia meminta kasus tersebut bisa terselasaikan secara hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insya Allah saya berdoa bahwa kejahatan itu suatu saat akan terbongkar, yang zalim akan ketahuan. Kita tidak bisa gegabah, ada hukum di sini. Kita lagi diproses lebih lanjut," ujar Dermawan. (Simak terus Fokus: SIAPA TERSANGKA KASUS MIRNA?)
Namun, ketika awak media menanyakan soal kematian sang Istri, Arief mengaku sedih atas kejadian tersebut.
"Ya sedihlah," ujarnya.
Lihat juga:Keluarga Mirna Diperiksa Polisi Hari Ini |
Penyidik sebelumnya telah memeriksa banyak saksi terkait kematian Mirna yang diduga akibat diracun sianida. Zat beracun itu ditaruh dalam kopi yang diminum Mirna di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, 6 Januari.
Adanya sianida di tubuh Mirna disimpulkan setelah polisi mengautopsi jenazah perempuan 27 tahun itu. Polisi mengatakan ada beberapa organ dalam tubuh Mirna yang rusak akibat zat sianida.
Meski sudah banyak saksi dan temuan, polisi belum menetapkan satu tersangka pun dalam perkara ini. Menurut polisi, kematian Mirna adalah kasus spesial sehingga butuh kehati-hatian untuk mengungkapnya. (bag)