Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Damaskus, AM Sidqi, yang dihubungi Antara dari Kairo, Kamis petang (21/1), untuk mengkonfirmasi keberadaan Bahrun Naim di Suriah, menegaskan tidak mengetahuinya.
Meskipun terduga tidak pernah melapor diri di KBRI Damaskus, namun Kantor Perwakilan RI itu memiliki salinan paspor atas nama Bahrun Naim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sidqi menjelaskan, KBRI Damaskus memiliki data WNI tersangka anggota ISIS, tapi yang terdata WNI yang masuk ke Suriah secara legal.
"Sedangkan anggota Daesh (ISIS) masuk ke Suriah dari negara tetangga secara ilegal, biasanya melalui border (perbatasan negara) yang dikuasai pemberontak di utara Suriah," ujarnya.
Disebutkan, jumlah total WNI yang ada di Suriah saat ini tercatat 121 orang, terdiri atas 40 staf KBRI Damaskus, 25 mahasiswa, dan 56 tenaga kerja wanita (TKW) yang kini ditampung di tempat penampungan sementara di KBRI.
Di sisi lain, KBRI menyelaskan oknum-oknum di Indonesia masih terus menyelundupkan TKW ke Suriah kendati negeri itu dilanda perang saudara yang kian membara.
"TKW korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang ditampung di KBRI saat ini berjumlah 56 orang, dan jumlah itu terus bertambah," kata Sidqi dengan nada cemas.
Sudah ribuan TKW dipulangkan dari Suriah, semula lewat Yordania dan belakangan ini lewat Lebanon, sejak membaranya krisis Suriah empat tahun silam.
Direncanakan pada 25 Januari 2016 nanti akan dipulangkan lagi 25 TKW ke Indonesia, katanya.
Duta Besar RI untuk Suriah Djoko Harjanto pada Rabu (20/1) secara khusus bertemu dengan Direktur Jenderal Imigrasi Suriah di Damaskus yang baru dilantik, Mayjen Naji Al Numair, untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan WNI.
Terkait TKW ilegal yang akan meninggalkan Suriah, Dirjen Imigrasi berjanji untuk memberikan kemudahan bagi WNI, khususnya izin keluar dari Suriah (exit permit) sesuai peraturan yang berlaku.
Dubes Djoko juga meminta kemudahan visa bagi 25 mahasiswa Indonesia yang saat ini masih bertahan kuliah di negara bergolak tersebut. (obs)