“Ada informasi yang perlu dipastikan keakuratannya (lewat AFP). Hasil konfirmasi (AFP) itu akan jadi salah satu bukti,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Krishna Murti, di Markas Polda Metro Jaya, semalam.
Meski demikian Krishna tak menyebut informasi terkait apa itu, karena hal tersebut sudah masuk materi penyidikan yang tak dapat dibeberkan kepada publik di saat penyelidikan masih berlangsung. (Simak terus Fokus: SIAPA TERSANGKA KASUS MIRNA?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah Mirna meninggal, Jessica keluar dari grup WhatsApp itu. “Dia trauma,” ujar Yudi.
Pertemuan pertama Jesssica dan Mirna di Indonesia berlangsung 12 Desember 2015. Saat itu Mirna bersama suaminya. Mereka bertiga bertemu di sebuah restoran.
Pertemuan itu berlanjut dengan pertemuan kedua yang berlangsung di Olivier. Saat itu selain Mirna dan Jessica, hadir pula satu kawan mereka bernama Hani.
Namun pertemuan itu berakhir petaka karena Mirna tewas usai meminum seteguk kopi. Hasil uji laboratorium forensik Mabes Polri menunjukkan kopi itu mengandung sianida tiga gram yang cukup untuk membunuh empat sampai lima orang sekaligus.