Dugaan itu dirasakan Alvon karena tingkah laku Mahful yang sangat waspada akan keamanannya. Hari ini, Mahful menelepon langsung untuk minta difasilitasi YLBHI memberikan keterangan pers.
"Nah, saat menelepon itu dia bertanya apakah keamanannya terjamin? Saya pastikan aman kalau di YLBHI, tetapi saya katakan kalau di luar YLBHI saya enggak jamin," kata Alvon saat ditemui di YLBHI, Jakarta, Selasa (26/1).
Alvon pun mengatakan Mahful enggan memberikan nomor kontaknya kepada awak media untuk menjamin keamanannya. "Makanya dia hanya mau memberikan nomor kontak temannya," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus tahu dulu kronologinya seperti apa. Kalau memang ada ketidakadilan dan ketimpangan, YLBHI akan bantu," tuturnya.
Sejauh ini, Alvon menilai kepolisian telah abai dalam melindungi warga yang merupakan bekas anggota Gafatar. "Itu buktinya pembakaran di Mempawah bisa terjadi. Artinya terkesan polisi tidak melindungi mereka," katanya.
Sebelumnya, Mahful menyatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan pengusiran secara paksa yang dinilainya sangat tersistematis. Ia menilai perusakan, pembakaran dan penjarahan terhadap aset di atas lahan eks Gafatar seakan-akan dinilai sah.
"Untuk itu, kami menuntut kepada pihak berwenang untuk terus mengusut dan menuntaskan persoalan ini secara hukum," katanya. (sur)