Nama Ahok, sapaan Basuki, disebut-sebut bukan karena dia diharapkan untuk maju di Pilgub DKI dengan diusung oleh Partai Gerindra, melainkan karena dia dianggap telah berkhianat dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal tindakan yang tak bisa diatur, Ahok pun disindir terkait popularitasnya di Jakarta. Saat pertama kali muncul di Jakarta untuk menjadi calon wakil gubernur bersandingan dengan Joko Widodo, popularitas Ahok hanya tujuh persen saja.
"Foke (Fauzi Bowo) itu dulu setinggi langit popularitasnya tapi tewas juga, kalau Gerindra main pasti tewas."
Sebagai pengingat, Gerindra telah menggodok delapan nama yang kemungkinan besar akan diusung oleh mereka di Pilgub 2017.
Bukan hanya akan mencalonkan gubernur atau wakil gubernur, jika memungkinkan Gerindra ingin pasangan calon yang mereka usung keduanya berasal dari Gerindra.
Delapan nama yang sudah ada di kantong Gerindra dan merupakan hasil rapat akbar DPD Gerindra DKI akhir Desember 2015 lalu adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, M. Sanusi, mantan Panglima Kodam Jaya Sjafri Sjamsuddin, Biem Benyamin, Sekretaris Daerah DKI Saefullah, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik. (meg)