Pengusutan perkara kini bahkan diwarnai oleh pengaduan salah satu saksi yang juga sahabat Mirna, Jessica Kumala Wongso, ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Pun Kepolisian menyatakan butuh waktu untuk mengungkap kasus Mirna, meski saksi ahli mengatakan bukti yang ada sudah cukup signifikan untuk menetapkan tersangka.
Amarah Darmawan terutama ditujukan kepada Jessica. Dia menyebut Jessica berbohong kepadanya. (Ikuti Fokus: SIAPA TERSANGKA KASUS MIRNA?)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Intinya, anak saya mati, yang beli kopi dia (Jessica). Semua juga tahu enggak mungkin terjadi itu (Mirna tewas begitu saja),” kata pengusaha itu.
Lihat juga:Siane Sebut Ada Duka di Balik Senyum Jessica |
Darmawan meminta polisi terus mengusut perkara kematian Mirna. “Saya minta agar kasus ini benar-benar dibongkar. Kalau tidak sangat berbahaya,” kata dia.
Berbahaya yang dimaksud Darmawan ialah bisa saja nanti ada orang lain mati diracun sianida seperti putrinya jika kasus pembunuhan ini tak terpecahkan.
Menurut Darmawan, nyawa harus dibayar nyawa. Maka baginya, balasan setimpal atas kematian Mirna ialah hukuman mati bagi pembunuhnya.
“Pelaku seharusnya dihukum karena kan dia membunuh orang. Pantas sekali (dihukum mati). Saya yakin negara kita makin baik sistem hukumnya,” kata Darmawan.
“Polisi sangat profesional. Saya lihat di luar saksi bicara banyak. Biarkan saja, nanti dibuktikan di pengadilan,” kata Darmawan.
Sembari berpasrah kepada Tuhan, Darmawan optimistis kasus kematian Mirna akan terungkap. (agk)