Gubernur yang biasa disapa Ahok itu mengaku, pemilihan angka 112 didasari oleh kepercayaan Cina. Menurutnya, angka 112 bisa memunculkan keberuntungan atau hoki.
Selain itu, kata Ahok, angka 112 mirip dengan call center Amerika Serikat 911. "112 ini keren, mereka (AS) 911," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI, Kamis (11/2).
Sebenarnya, DKI Jakarta pernah memiliki layanan call center 119. Layanan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Angka 119 tersebut dipilih sebagai call center saat itu sebagai kebalikan dari 911.
Namun layanan itu tidak bertahan lama karena mereka memungut biaya dari masyarakat. Atas alasan itulah layanan 112 yang baru ini digratiskan dari semua biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya soal call center, kerjasama Pemprov DKI dengan Kemenkominfo juga mencakup layanan pesan singkat sebagai warning jika ada bencana. Pesan singkat tersebut dijadikan peringatan dini jika Jakarta terserang bencana.
"Ini bisa dirancang sesuai kebutuhan pemerintah daerah, misalnya banjir di mana bisa pindah ke mana," kata Rudi.
Namun layanan darurat ini belum bisa dioperasikan karena belum ada payung hukumnya. Oleh sebab itu baik Ahok ataupun Rudiantara menunggu Peraturan Presiden yang akan menjadi payung hukum layanan tersebut. (sur)