Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan Bripda SS baru sekali melakukan transaksi amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata sebanyak 20 butir peluru.
"Bripda SS bahkan sudah menerima uang tanda jadi sebesar Rp1 juta," kata Waterpauw kepada Kantor Berita Antara di Jayapura, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Bripda SS untuk mengetahui motif penjualan amunisi ke KKB," Waterpauw.
Sembilan orang itu ditangkap di tempat berbeda dan kini menjalani penahanan di tempat terpisah, yakni RS,WE,PM,TM dan HT di Sentani, sedangkan Bripda SS, AT dan HT di Wamena dan DS di Timika.
"Ratusan amunisi dan senjata api itu milik anggota KNPB yang akan dikirim ke kelompok bersenjata pimpinan Legagak Telenggen di Puncak Jaya," ungkap Waterpauw.
Dari hasil pemeriksaan terungkap senpi dan amunisi dimiliki oleh dua orang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ME dan RM. Mereka diduga sebagai pemilik Amunisi dan senjata api yang kini telah diamankan polisi sebagai barang bukti.