"(Pesawat TNI) yang jatuh malah yang baru-baru. Enggak usah berburuk sangka. Amerika punya 15 alutsista udara baru, crash juga," ujar Luhut di Kantor Kemenkopolhukam, Jumat (12/2).
Pemerintah, menurut mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu, perlu meneliti penyebab banyaknya pesawat baru yang celaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua pesawat itu mengepulkan asap hitam dan mengeluarkan api sebelum menukik ke perkebunan dekat Bandara Langkawi.
Rabu pekan ini, Super Tucano TNI AU buatan Brasil jatuh menimpa rumah warga di Malang. Padahal, kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, Super Tucano merupakan jenis pesawat ground attack yang memilki kendali api sangat bagus.
"Saya tahu fire control dia bagus, tapi kembali lagi, apapun kalau buatan orang pasti ada kelemahan, enggak bisa aman 100 persen," kata Budi.
Super Tucano yang jatuh itu tergolong alutsista anyar karena baru didatangkan TNI AU pada tahun 2012. Menteri Ryamizard Ryacudu pun menilai pesawat itu terbang dalam kondisi layak.