Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Dicky Gading Pastika, mengatakan dua orang tersebut berinisial RL dan M.
Dari lokasi penangkapan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti sangkur, senjata api dan buku-buku berisi paham radikal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penangkapan RL dan M, menurut Dicky, dilakukan setelah kepolisian mengembangkan penangkapan terhadap lima terduga teroris di Sumedang, Ciamis dan Banjar.
Lihat juga:Dirjen Imigrasi Cekal 277 Terduga Teroris |
Truno enggan mengatakan secara detil temuan kepolisian pada penggrebekan itu. "Itu internal kita saja yang tahu. Selebihnya langsung ke Mabes Polri," tuturnya.
Usai aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, 14 Januari silam, Polri terus mengungkap jaringan teroris di Indonesia.
"Mereka sudah berkolaborasi. Ada yang dari Suriah dan Poso. Semua saling mendukung satu sama lain," ujarnya kemarin. (abm)