Kapendam Cendrawasih Letkol Inf Teguh Puji Rahardjo menyatakan peresmian kantor Gerakan Pembebasan Papua merupakan bentuk pengelabuan sejumlah oknum terhadap masyarakat Wamena yang sebelumnya berniat meresmikan kantor Dewan Adat Papua.
"Kita mengetahui bahwa organisasi itu terlarang. Setelah kepolisian dan Pemda bernegosiasi, akhirnya plang mereka kita copot," kata Teguh saat dikonfirmasi Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar 400 orang masyarakat di sana merasa tertipu. Mereka niatannya menyelamatkan Dewan Adat Papua, tapi dalam pelaksanaannya ini ditunggangi oleh sekelompok oknum dari ULMWP," kata Teguh.
“UWLP adalah payung perjuangan semua gerakan yang ada di Papua. (Yang ada di Wamena) itu kantor cabang. Kantor pusatnya di Vanuatu,” kata Victor Yeimo, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kepada CNNIndonesia.com.
KNPB, ujar Victor, juga merupakan salah satu pendiri Gerakan Pembebasan Papua.
“Bukan hanya KNPB, tapi OPM dan semua gerakan yang ada di Papua sekarang bernaung di bawah UWLP. Wamena akan jadi kantor perjuangan bersama,” kata Victor.