Pernikahan Saipul Jamil-Dewi Persik Disebut Hanya Sandiwara

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Sabtu, 20/02/2016 11:09 WIB
Pernikahan Saipul Jamil-Dewi Persik Disebut Hanya Sandiwara Kriminolog Maman Suherman mengatakan banyak selebriti yang melakukan pernikahan sandiwara, hanya untuk memenuhi keinginan masyarakat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kriminolog sekaligus pemerhati fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Maman Suherman mengatakan banyak selebriti yang melakukan pernikahan sandiwara, hanya untuk memenuhi keinginan masyarakat yang kerap menanyakan ‘kapan menikah?’. Hal ini terjadi pada pedangdut dan pembawa acara Saipul Jamil yang belakangan disangka mencabuli seorang anak lelaki.

"Fenomena Saipul Jamil, selebriti membuat sandiwara seolah-olah menikah untuk memenuhi keinginan publik padahal orientasi seksual bukan lawan jenis tetapi sesama jenis," kata Maman dalam sebuah dikusi "LGBT, Beda Tapi Nyata" di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (20/2).

Mengikat janji di pelaminan dengan lawan jenis akhirnya menjadi cara bagi artis seperti Saipul untuk bisa tetap dianggap lelaki normal oleh masyarakat. Pernikahan Saipul dengan pedangdut Dewi Persik yang berujung perceraian menjadi bukti.


Pasca perceraian dengan Dewi Persik beberapa tahun lalu, nama Saipul kemudian kembali mencuat saat kasus ini terbongkar ke publik. Seseorang lelaki muda berinisial DS melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan Saipul.

"Status Saipul Jamil dia pernah menikah jadi saya menyebut dia heteroseksual tapi kalau sekarang dia gay," katanya.

Maman menjelaskan LGBT ini tak bisa dilihat semata-mata sebagai praktik yang menyimpang. Menurutnya, penyimpangan justru dilakukan jika tidak sesuai jalan yang diakui seseorang. Untuk menjadi homoseksual, Maman pun menilai ada sekelompok orang yang menderita tetapi ada juga yang dapat menerima.

Sebelumnya, Saipul dilaporkan oleh terduga korban DS (17) ke Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara beberapa hari lalu. Terduga korban sebelumnya menginap di rumah Saipul dan mengalami pencabulan saat sedang tidur. DS dan Saipul dikabarkan bertemu sejak dua pekan lalu. Mereka sudah tiga kali bertemu hingga perkara pencabulan terjadi.

Kepala Kepolisian Sektor Kelapa Gading Komisaris Ari Cahya Nugraha mengklaim sudah mengantungi cukup barang bukti dalam perkara dugaan pencabulan ini. Saipul dijerat pasal 76 huruf e Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dan Pasal 82 ayat 1 Kitab UU Hukum Pidana dengan ancaman lima sampai 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. (gen)