"Ini sudah darurat. Kalau kita ke sungai yang ada di Jakarta sampai ke laut itu plastik semua dan dia akan terurai 500-1000 tahun mendatang. Makanya kita harus keras dan tidak perlu main-main lagi," ujar Djarot ditemui usai menghadiri Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 di area Car Free Day, Bundaran HI, Minggu (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pasar tradisional, Pemprov masih memberikan keringanan harga yakni Rp 500 per kantung plastik. Namun ia meyakinkan harga tersebut akan merangkak naik seiring gencarnya sosialisasi anti penggunaan kantung plastik.
Sampah masih jadi persoalan besar di Indonesia. Tak hanya masalah pengelolaan atau penyakit yang mungkin ditimbulkannya, tapi juga masalah perilaku masyarakat yang masih saja membuang sampah sembarangan.
Pada kesempatan yang sama, Syir Asih Amanati, perwakilan Relawan `Bergerak untuk Indonesia #BebasSampah2020` mengatakan dalam sebuah penelitian yang dilakukan Jenna R. Jambeck dari Universitas Georgia pada 1 Juni 2015, menyatakan Indonesa kini berada dalam peringkat kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut.
Untuk itu 801 komunitas dari 155 kota/kabupaten di 34 provinsi bergerak bersama membersihkan sampah dalam Kerja Bakti Nasional pada Minggu, 21 Februari 2016.
Gerakan ini dimotori sekumpulan relawan muda yang berinisiatif dan berhasil merangkul pemuda lain dari Aceh sampai Papua untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.
"Ini sungguh sebuah sejarah kebangkitan kepedulian akan isu persampahan. Kami yakin dengan kerja sama dari seluruh pihak, maka Indonesia Bebas Sampah 2020, bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk diwujudkan," ungkap Syir. (tyo)