Menurut Tjahjo, pemerintah tidak menghiraukan dualisme di tubuh partai tersebut yang saat ini sedang terjadi. "Secara prinsip di mata pemerintah dan saya pribadi PPP hanya satu. Ibarat satu keluarga. Ada kakak adik ribut. PPP harus tetap ada selama republik ada," kata Tjahjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia yakin, PPP akan terus menjunjung tinggi moral dan etika santun dalam berpolitik. Karena hal ini dapat menjadi modal dasar PPP untuk terus berkembang lebih baik.
"Dengan harapan semoga Mukernas dengan semangat musyawarah mufakat mampu hasislkan keputusan partai yang tak hanya bermanfaat buat PPP tapi juga bangsa negaranya," ucapnya.
Sekjen PPP Romahurmuziy mengatakan, Mukernas yang bertema "Islah Seutuhnya Menuju Stabilitas Politik Nasional" itu bertujuan untuk menyatukan dua kubu yang berkonflik sejak 2014.
Agenda utama dari Mukernas yang digagas oleh kepengurusan PPP hasil Muktamar Bandung ini akan menentukan waktu pelaksanaan Muktamar Islah.
Dari perwakilan pemerintah bukan hanya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang hadir dalam Mukernas. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly juga telah menjadi salah satu pengisi materi dalam acara tersebut. (rdk)