Djarot berkata taman yang akan dibangun di bantaran Jalan Kepanduan II nanti akan diberi nama Taman Kalijodo. Nama Kalijodo tetap digunakan karena Djarot menilai banyak sejarah yang tercipta dari kawasan tersebut.
"Saya mengusulkan (nama taman) Kalijodo. Ini kan mempunyai nilai sejarah yang sangat tinggi, puluhan atau seratus tahun lalu kawasan ini sudah ada. Kembalikan lagi namanya tetap menjadi Kalijodo, tapi fungsinya sebagai taman interaktif jalur hijau yang bagus dan bisa dinikmari seluruh masyarakat," kata Djarot di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggusuran bangunan di kawasan Kalijodo dilakukan Senin (29/2) 07.30 WIB tadi. Hingga saat ini, terpantau operasi penggusuran masih berlangsung. Namun mayoritas bangunan di kawasan Kalijodo terlihat sudah rata dengan tanah siang ini.
Lihat juga:LIVE: Kalijodo Digusur |
"Alhamdulillah hari ini pembongkaran dilakukan tidak ada perlawanan. Data sampai saat ini sudah ada 200 KK lebih masuk ke Rusun Marunda, jumlah jiwa 553 yang ber-KTP Jakarta. Mereka yang bukan KTP Jakarta ada yang pulang kampung, yang mengontrak mencari tempat lain. Untuk pekerja seks mereka pulang kampung," kata Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi.