Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga yang hendak menyaksikan GMT telah memadati kawasan Planetarium sejak pukul 04.00 WIB tadi.
Mereka rela datang sejak dini hari ke Planetarium demi menyaksikan fenomena alam yang terjadi puluhan tahun tersebut. Selain itu, warga juga memilih datang sejak awal ke Planetarium agar mendapat jatah kacamata gratis untuk melihat GMT dari pengelola tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohon maaf bapak, ibu, semua kacamata gratis sudah habis. Nanti bisa menyaksikan gerhana dari lapangan," ujar salah satu pengelola Planetarium Jakarta melalui pengeras suara.
Pengelola Planetarium sendiri telah membagikan secara gratis 1.700 kacamata khusus untuk warga Jakarta yang datang di pagi ini.
Kepala Bagian Planetarium Jakarta Eko Wahyu mengatakan, warga setempat sangat antusias menyambut GMT tahun ini. Planetarium sudah dibuka sekitar pukul 4.30 WIB dan akan segera memulai acara nobarnya.
"Kami sediakan 1.700 kacamata khusus dan 8 teleskop yang akan memproyeksikan gambar ke layar yang sengaja kami pasang agar semua penonton di sini bisa menikmati," ucap Eko.
Ia menjelaskan, gambar Matahari yang ditangkap teleskop Planetarium akan langsung disalurkan melalui proyektor dan langsung ditampilkan di layar agar warga bisa bersama-sama menyaksikan GMT.
Diketahui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Planetarium dan Observatorium Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyiapkan 8 teropong. Ada 4 teleskop diletakan di belakang penonton, lalu 4 sisanya di area depan.
Meski Jakarta hanya akan mendapat Gerhana Matahari dengan totalitas 88 persen, namun itu tidak mengurangi semangat warga setempat untuk berbondong-bondong memenuhi area parkir Planetarium sebagai arena nobar mereka hingga sekitar pukul 8 pagi nanti.
Untuk mengamati Gerhana Matahari Total masyarakat memang diimbau untuk tidak melihatnya dengan mata telanjang, melainkan melalui kacamata khusus atau teropong. Salah cara melihat Gerhana Matahari Total bisa memicu kebutaan. (gen)