Lelaki 31 tahun kelahiran Solok Selatan, Sumatra Barat, itu akan mendengarkan pembacaan putusan atau vonis atasnya hari ini, Selasa (15/3). Ia dituntut enam tahun penjara.
Kuasa hukum Stanzah, Asludin Hatjani, mengatakan sidang vonis kliennya akan digelar pukul 10.00 WIB. Soal kesiapan Stanzah menghadapi vonis yang bakal dijatuhkan, Asludin tak berkomentar banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa Penuntut Umum menjerat Stanzah dengan tiga dakwaan sekaligus. Dalam unsur-unsur dakwaan, Stanzah disebut melakukan pemufakatan jahat; percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme; dan dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban massal dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa atau harta benda orang lain, serta merusak atau menghancurkan objek-objek vital yang strategis.
Stanzah sendiri membantah bergabung dengan ISIS. Menurutnya, dia bahkan tak sempat menginjakkan kaki ke Suriah lantaran tertangkap di Turki ketika hendak menyeberang ke Negeri Syam itu.
Stanzah yang tinggal di Cimahi, Jawa Barat, saat itu berangkat ke Suriah bersama istrinya, Ifah Syarifah, serta dua anak mereka. Dia ditangkap dan dideportasi bersama 16 warga negara Indonesia lain di Turki saat akan masuk ke Suriah.
Kepolisian menduga dia hendak bergabung dengan ISIS.