“Untuk apa utusan khusus Papua? Presiden Jokowi perintahkan saya langsung untuk pergi ke Universitas Cenderawasih tanggal 29 Maret ini, menjelaskan program pemerintah soal Papua,” kata Luhut di Jakarta, Kamis (17/3).
Menurut Luhut, utusan khusus tak diperlukan karena Presiden Jokowi sudah menunjuk Lenis Kagoya –mantan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua– sebagai Staf Khusus Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Triliunan yang dihabiskan untuk dana otsus itu kan besar. Sudah 48 tahun Freeport ada, tapi masak kita enggak bisa membuat Uncen (Universitas Cenderawasih) sebagai sekolahan yang bagus,” ujar mantan Kepala Kantor Staf Presiden itu.
Usul penunjukkan utusan khusus Papua sebelumnya dilontarkan oleh Tim Kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Utusan ini dipandang perlu untuk membantu Presiden Jokowi mempersiapkan dialog nasional guna mewujudkan perdamaian di Papua dan Papua Barat.
"Utusan khusus bisa dari kalangan sipil maupun militer. Bila dari militer, sebaiknya bukan dari Kopassus karena ada resistensi dari masyarakat Papua (atas Kopassus)," kata Koordinator Tim Papua LIPI Adriana Elizabeth di Jakarta.
Syarat-syarat itu, kata Adriana, bertujuan agar utusan khusus itu mendapat legitimasi kuat dalam proses dialog nasional Papua. (agk)