“Jangan ada yang bangunkan mereka,” ujar Luhut sambil tertawa.
Rombongan wartawan, termasuk mereka yang tertidur pulas itu, berangkat bersama sejumlah staf Kemenkopolhukam dari Jakarta. Mereka hendak ke Pekanbaru untuk mengampanyekan deradikalisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian pesawat yang dioperasikan oleh Skadron Udara 17/VIP TNI Angkatan Udara itu mengambil rute Jakarta-Medan-Pekanbaru, tak langsung Jakarta-Pekanbaru, demi ‘mengambil’ sang menteri di Medan.
Boeing 737-200 yang ditumpangi Luhut kala itu memang layak disebut kendaraan VIP. Seperti pesawat komersial lain, Boeing itu dilengkapi kompartemen untuk penumpang kelas bisnis dan eksekutif. Tirai biru muda membatasi kedua kompartemen itu.
Luhut tertawa lebar, bercengkerama sembari menghabiskan waktu dalam pesawat VIP Boeing 737-200 yang membawanya dari Medan menuju Pekanbaru. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
Jika dibandingkan dengan beberapa pesawat lain yang digunakan para pejabat atau very important person (VIP), Boeing 737-200 masuk kategori paling nyaman dan mewah. Beda jauh dengan Hercules atau C-295 yang digunakan Luhut kala meninjau penjara-penjara di Nusakambangan, lepas pantai Cilacap, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Pesawat CN-295 yang digunakan Luhut ketika melakukan inspeksi ke penjara-penjara di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Rosmiyati Dewi Kandi) |
Seorang staf Luhut mengatakan, kendaraan operasional yang digunakan sang menteri untuk kunjungan kerja ke berbagai daerah kerap gonta-ganti. Kadang ia menggunakan pesawat milik Polri, kadang milik TNI.
“Tak masalah pakai yang punya TNI atau Polri karena itu semua ada di bawah kami. Kami tak menyewa pesawat ini, bahkan kami yang membiayai krunya selama menggunakan pesawat,” ujar staf yang enggan disebut namanya itu.
Pemilihan kendaraan operasional, kata dia, tergantung pada jarak tempuh dan jumlah anggota rombongan yang diajak. Jika jarak dekat, Luhut memilih helikopter TNI. Misal ketika ke Banten, dia menggunakan helikopter Super Puma yang isinya muat untuk belasan orang.
Boeing 737-200 jadi pilihan jika Luhut menempuh perjalanan jauh, sedangkan CN-295 dipilih kala jumlah anggota rombongan sedikit.
“Fleksibel saja,” kata staf Luhut itu. (agk)
Luhut tertawa lebar, bercengkerama sembari menghabiskan waktu dalam pesawat VIP Boeing 737-200 yang membawanya dari Medan menuju Pekanbaru. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Pesawat CN-295 yang digunakan Luhut ketika melakukan inspeksi ke penjara-penjara di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Rosmiyati Dewi Kandi)