"Hambalang dijadikan penjara bagi koruptor. Toh KPK kekurangan penjara," ujar Teguh saat dihubungi, Senin (21/3).
Teguh juga menyarankan, proyek senilai Rp2,5 triliun itu dijadikan museum antikorupsi. Melalui proyek wisma atlet, nantinya masyarakat melihat langsung bukti kerusakan dan kerugian akibat korupsi. Hal itu juga menjadi pelajaran bagi anak-anak soal dampak korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dijadikan museum pengingat korupsi, benar mengingatkan apakah itu korupsi, apakah untuk dendam? Tidak boleh berbuat mubazir itu," kata Ade.
Perkara korupsi Hambalang juga menjerat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, adik Andi Malarangeng, Choel Malarangeng, Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras (perusahaan subkontraktor yang menggarap mekanikal elektrik (ME) proyek Hambalang) Mahfud Suroso, dan eks Direktur I PT Adhi Karya Teuku Bagus Mukhamad Noor.
Pada Jumat (18/3), Jokowi bersama Menpora Imam Nachrowi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau kompleks di Hambalang. Kondisi kompleks saat ini terbengkalai dan tak terawat. Jokowi berkali-kali menggelengkan kepalanya saat meninjau lokasi.
Jokowi menginstruksikan Menpora dan Menteri PU-Pera meneliti struktur bangunan, aset yang dapat dimanfaatkan, dan kondisi tanah di kompleks Hambalang selama dua pekan mendatang.
Kelanjutan proyek Kompleks Hambalang akan diputuskan dua pekan mendatang setelah pemerintah mengkaji kelayakan bangunan dan kondisi tanah. (pit)