Pasalnya, sejak unjuk rasa siang tadi beredar foto-foto aksi anarkis yang dilakukan sopir taksi maupun pengendara Gojek.
"Kita harus berpikir yang obyektif dalam menilai peristiwa. Kalau ada foto di sosial media harus cek dulu bener enggak, atau hanya bikin keruh," ujar Moechgiyarto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia tetap menyiagakan personel di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi adanya bentrokan.
"Kita tetap siaga terus. Kalau mereka memang mau demo lagi harus ajukan izin tiga hari sebelum pelaksanaan," tuturnya.
Sebelumnya, ribuan sopir taksi mogok beroperasi karena menolak keberadaan angkutan berbasis aplikasi online. Bahkan di sejumlah titik, aksi demo ini berujung kericuhan. (pit)